Libur dan tulisanku.
Aku terdiam sejenak sambil menatap keluar jendela sebelum
akhirnya memutuskan untuk mengetik tulisan ini. Hujan yang tadinya
rintik-rintik perlahan berubah menjadi hujan deras yang menghantam halaman dan
atap rumahku. Membingungkan. Akhir-akhir ini tak biasanya sang awan kembali
menangis dan menyembunyikan matahari. Tapi, jujur saja, tangisan sang awan lah
yang akhirnya membuatku kembali menjetikkan jemariku untuk menulis pada halaman
ini.
Waktu berjalan seolah berusaha menyembunyikan keberadaannya;
tak terasa. Liburanku sudah berlangsung kurang lebih dua bulan dan rasanya aku
belum juga puas. Liburku memang tak terlalu mengesankan tetapi tetap saja
terasa menyenangkan. Sesekali, aku memang pergi untuk bertemu dengan
teman-temanku. Namun, kebanyakkan waktuku, kuhabiskan dirumah untuk menikmati
kesendirian. Aku seolah terus memanjakan diriku sendiri. Mendengarkan melodi,
menyaksikan film tanpa henti… Entahlah. Kesendirian ini lama-kelamaan membuatku
nyaman.
Liburku tak hanya mempengaruhi aktivitasku, tapi juga waktu
tidurku. Jam tidurku makin lama makin tak karuan. Disaat orang-orang sahur, aku
justru baru tertidur. Aku senang menikmati keheningan kamarku. Malam-malamku
kuhabiskan untuk membaca buku, atau bahkan kadang hanya sekedar terdiam menatap
langit-langit kamarku. Aku berharap dan berusaha menemukan sesuatu untuk
kutulis. Apa saja. Tapi, tidak ada.
Ya, belakangan ini, aku kehilangan selera untuk menulis. Aku
tak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Sempat beberapa kali kata-kata terus
menghampiri pikiranku. Tapi, entah kenapa rasanya setiap mulai mengetik, aku
seolah kehabisan kata dan kehilangan bahasa. Rasanya banyaknya kata di dunia
ini tak bisa mewakili semua yang menari-nari di pikiran dan juga hatiku. Aku
hanya bersyukur tulisan ini setidaknya bisa mencapai paragraph keempatnya.
Biasanya, tulisanku selalu menggantung pada paragraf pertama, dan akhirnya
kubiarkan mengambang begitu saja.
Entahlah. Bahkan sekarang aku sudah bingung ingin
menyampaikan apa lagi dan sialnya tulisan ini masih tanpa inti dan tiada
berisi. Mungkin aku memang sedang tidak dalam suasana hati yang baik untuk
menulis sesuatu. Jadi, kuputuskan untuk mengakhiri tulisan ini dan kuharap
kaumampu memaklumi. Tapi, aku yakin, tak lama lagi, aku akan tetap menulis.
Karena sejauh ini, aku tak pernah kuat untuk tidak mengisi halaman ini dengan
isi pikiranku. Ya, begitulah aku. Jadi, sampai bertemu.
Komentar
Posting Komentar