Kita tetaplah Kita.

Dan.... Postingan saya kali ini saya persembahkan khusus untuk delapan teman terbaik saya yg telah menjadi pelangi di hari-hari saya pada tiga tahun terakhir, NineFirst.


Kita adalah sembilan gadis remaja yg telah berjuang bersama mencari jati diri selama tiga tahun disekolah yg sama. Kita adalah sembilan gadis yg dipersatukan dalam ikatan tali persahabatan.

Bersama kalian, begitu banyak cerita. Menciptakan berbagai hal baru tanpa pernah mengenal waktu. Bersama kalian saya tidak pernah malu untuk melakukan hal gila. Kita bisa menjadi apa saja yg kita inginkan. Dengan sejuta mimpi dan imajinasi kita melangkah dengan penuh senyuman. Terlalu banyak hal yg saya rasa, tak ingin saya lupakan.

Dimana saya bisa menemukan kembali masa-masa bahagia yg saya lewati bersama kalian? Kalian begitu banyak memberikan kenangan. Kenangan manis yg terlalu sulit untuk dihilangkan dari memori otak saya. Semua terekam jelas dalam ingatan. Bagaimana kita tertawa dan bernyanyi bersama. Tak ada gading yg tak retak; begitu pula persahabatan kita. Namun saya dan kamu selalu berhasil melewatinya.

Apa kalian ingat gosip-gosip yg sering kita bicarakan saat jam istirahat? Apa kalian ingat saat kita bernyanyi bersama dan tertawa bersama hingga menjelang sore hanya karna kita malas untuk pulang kerumah? Kita bermain, menggila, dan melakukan banyak hal bersama. Hal-hal kecil yg selalu berhasil membuatku tertawa. Bahkan hanya karena tindakan bodoh yg kalian lakukan tanpa sengaja.

Saya tahu, Tuhan mengirimkan kalian untuk menjaga dan menemani saya agar saya tak merasa kesepian. Tuhan mengatur pertemuan kita agar kita bisa saling berbagi dan melengkapi. Namun, kini saya harus berbagi kegilaan kalian untuk mereka yg juga akan menjadi sahabat kalian kelak. Saya ikhlas. Dan saya tahu siapapun orang yg menemukan kalian menjadi sahabatnya, juga akan merasakan bahagia seperti yg saya rasakan saat menjalani hari bersama kalian.

Kita tidak bisa berbuat banyak untuk menghentikan waktu. Yang bisa kita lakukan hanyalah menikmati setiap detik kebersamaan yg mampu kita lewati. Saya tahu kadang saya menyebalkan dan membuat kalian kesal, saya harap semuanya tidak membuat kalian membenci saya dan justru membuat kalian merindukan saya nantinya.

Terimakasih untuk pernah menjadi bagian dari saya. Terimakasih karena telah mengisi hari saya dengan penuh tawa dan emosi. Terimakasih karena telah menjadi teman yg begitu menyenangkan sekaligus menyebalkan untuk saya selama tiga tahun ini. Kebersamaan kita takkan pernah hilang dari ingatan.

Saya tidak menyangka akan secepat ini perpisahan kita tiba. Tapi perpisahan ini adalah tanda bahwa kita mulai tumbuh dewasa. Waktu adalah waktu. Perpisahan adalah perpisahan. Dan kita tetaplah kita. Tak ada yg dapat mengubah status persahabatan kita. Jarak dan waktu sekalipun; Selama, kamu adalah kamu, dan saya adalah saya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

My Brother

Dingin dan terjaga.

Grows Up?