Aku dan Sahabatku

     Aku dan dia berkenalan pada saat kami baru pertama kali memasukki Sekolah Menengah Pertama di Strada Nawar. Hari itu tepatnya pada tanggal 09 July 2010. Hari itu tepat di hari ulang tahunku, dan tak ku sangka dia adalah kado terspecial yang ku dapatkan pada hari itu. Hari itu aku sedang mengikuti acara Masa Orientasi Siswa di Strada Nawar. Dia duduk tepat di belakangku selama acara itu berlangsung. Tiba-tiba dia mengajak ku berkenalan. Akhirnya terjadilah perkenalan itu. Ternyata aku dan dia satu kelas. Tapi kami tidak duduk bersama. Saat itu pelajaran matematika, kami di beri tugas kelompok. Anggota kelompok bebas tapi harus terdiri dari 4 orang. Aku tidak tahu ingin bergabung bersama siapa, karena sebagian besar telah memiliki kelompoknya masing-masing sampai akhirnya aku menghampirinya dan mengajaknya berkelompok denganku. Saat kami akan memulai pekerjaan tiba-tiba datang 2 orang lainnya ingin bergabung dengan kelompok kami jadi segera kami mengerjakan tugas yang di berikan. Bel istirahat pun berbunyi, saat istirahat aku menghampirinya dan makan berdua bersamanya. Kami mengobrol berbicara dan saling bertanya untuk mengenal lebih dekat satu sama lain. Suatu kebetulan, ternyata terdapat beberapa persamaan diantara kami berdua. Dan semenjak itu kami berdua mulai menjadi akrab satu sama lain.
      Hari itu, letak tempat dudukku sudah hampir terbelakang dan saat itu aku belum menggunakan kacamata padahal mataku ini Min (-) aku di tegur salah satu guru karena mataku terlihat menyipit saat menatap papan tulis yang ada di depan kelas. Akhirnya guru itu memindahkan ku untuk duduk agak depan sehingga mataku bisa melihat lebih jelas. Dan tak di sangka, aku di pindahkan duduk bersamanya. Ya dia adalah orang yang saat itu satu-satunya cukup dekat denganku. Semenjak kami duduk bersama kami menjadi semakin dekat dan sering menghabiskan waktu berdua dengan tertawa.
      Hari-hari terus berlalu aku dan dia sekarang sudah menjadi sahabat yang dekat. Kemana-mana kami bersama , dan hampir tak pernah kami bertengkar hebat. Selalu ada tawa saat ku bersamanya. Setiap ku ada masalah aku cerita padanya. Terkadang ia memberikan ku saran-saran dan nasihat yang sangat berguna untukku.
      Di sinilah kami, tidak menyangka sama sekali bahwa ternyata saat kami naik ke kelas delapan kami satu kelas lagi. Terkejut itu yang ku rasakan, bahagia rasanya bisa sekelas lagi dengannya. Dan semua itu di mulai, aku sering bercerita padanya begitu juga sebaliknya dia juga sering bercerita kepadaku. Di sini kami tak seperti dulu biasanya cerita kami di akhiri dengan canda tawa tapi belakangan ini cerita kami di akhiri dengan termenung dan terdiam. Hingga hari itu tiba, hari dimana ia menjauhi ku hari dimana ia marah padaku karna suatu hal yang tak bisa ku jelaskan di sini. Aku meminta maaf padanya berulang kali, hingga akhirnya ia pun memaafkan ku. Tapi tetap saja perasaan bersalah itu masih menghantui ku hingga saat ini. Sempat beberapa waktu yang lalu hubungan kami tidak terlalu dekat seperti biasanya. Semua berubah semenjak kejadian itu. Hubungan persahabatan kami tak lagi seperti dulu yang kemana-kemana selalu bersama. Terkadang ia bersama temannya yang lain dan begitupun denganku. Tapi itu semua bukan berarti kami berhenti bersahabat. Aku masih sering bercerita kepadanya tentang apa yang ku rasakan begitupun dengannya. Kami masih sering bercanda bersama, bermain bersama, dll. Hanya saja tak sedekat dulu. Dan saat ini ku sadari dia adalah kado terindah yang ku dapatkan pada hari itu. Aku berharap persahabatanku dengannya tidak akan berakhir. Sekalipun nanti kami telah dewasa, aku ingin bertemu dengannya kembali dan mengingat masa indah ku bersamanya :)
 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

My Brother

Dingin dan terjaga.

Grows Up?