Aku dan Mereka
Aku dan mereka. Pada saat kami duduk di bangku kelas 7 kami tidak bersahabat. Kami hanyalah teman biasa yang hanya berbicara seperlunya saja. Aku mempunyai sahabatku, dia mempunyai sahabatnya, dan ia yang lain juga bersama sahabatnya yang lain. Aku tak terlalu mengenal pribadi mereka sebelumnya.
Waktu terus berlalu hingga kami duduk di bangku kelas delapan. Kami sudah tak duduk di kelas yang sama. Waktu itu aku sering smsan dengannya. Suatu saat aku sedang merasakan kesedihan dan perasaanku kacau tak karuan. Dan kebetulan sekali dia mengirimkan ku sebuah message. Karna aku sudah tidak kuat dengan keadaanku yang tak menentu aku memutuskan untuk menumpahkan keluh kesahku kepadanya. Aku bercerita kepadanya lewat Sms. Berharap perasaanku lebih baik setelah menceritakan masalahku kepada orang lain. Aku berharap setidaknya ia bisa menenangkanku. Tak ku sangka dia benar-benar pendengar yang baik, ia berbeda dari temanku yang lain. Ia memberiku semangat dan benar-benar membuatku merasa nyaman bercerita kepadanya. Semenjak itu, aku jadi sering menyapa dan menegurnya saat bertemu di sekolah. Kami menjadi cukup dekat. Dan karena ia juga mempunyai teman yang dekat dengannya maka akupun menjadi dekat dengan teman baiknya itu. Kami bertiga sering tertawa bersama , bercanda bersama, kesalpun bersama. Kami saling mendengarkan satu sama lain. Setiap hari ada saja cerita yang wajib di ceritakan dan wajib di dengarkan. Mereka juga pengertian. Mereka tak pernah marah walaupun aku tak selalu menghabiskan waktuku dengan mereka. Mereka juga memiliki kepribadian yang unik, mereka berbicara ceplos dan cuek. Jadi tak jarang aku tertawa lepas saat bersama mereka. Saat bersama mereka tak mungkin aku tak tertawa , seburuk apapun kondisiku mereka selalu berhasil membuatku tertawa. Thanks to you , because you always can make me smile and laugh when I'm with you
Waktu terus berlalu hingga kami duduk di bangku kelas delapan. Kami sudah tak duduk di kelas yang sama. Waktu itu aku sering smsan dengannya. Suatu saat aku sedang merasakan kesedihan dan perasaanku kacau tak karuan. Dan kebetulan sekali dia mengirimkan ku sebuah message. Karna aku sudah tidak kuat dengan keadaanku yang tak menentu aku memutuskan untuk menumpahkan keluh kesahku kepadanya. Aku bercerita kepadanya lewat Sms. Berharap perasaanku lebih baik setelah menceritakan masalahku kepada orang lain. Aku berharap setidaknya ia bisa menenangkanku. Tak ku sangka dia benar-benar pendengar yang baik, ia berbeda dari temanku yang lain. Ia memberiku semangat dan benar-benar membuatku merasa nyaman bercerita kepadanya. Semenjak itu, aku jadi sering menyapa dan menegurnya saat bertemu di sekolah. Kami menjadi cukup dekat. Dan karena ia juga mempunyai teman yang dekat dengannya maka akupun menjadi dekat dengan teman baiknya itu. Kami bertiga sering tertawa bersama , bercanda bersama, kesalpun bersama. Kami saling mendengarkan satu sama lain. Setiap hari ada saja cerita yang wajib di ceritakan dan wajib di dengarkan. Mereka juga pengertian. Mereka tak pernah marah walaupun aku tak selalu menghabiskan waktuku dengan mereka. Mereka juga memiliki kepribadian yang unik, mereka berbicara ceplos dan cuek. Jadi tak jarang aku tertawa lepas saat bersama mereka. Saat bersama mereka tak mungkin aku tak tertawa , seburuk apapun kondisiku mereka selalu berhasil membuatku tertawa. Thanks to you , because you always can make me smile and laugh when I'm with you
Komentar
Posting Komentar