Tentang Rindu.
Diantara kesunyian malam,
hadirmu adalah impian yang terwujud dalam pikiran
Diantara dingin yang menusuk tulang,
pelukmu adalah ilusi yang membuatku bisa bertahan
Langit-langit kamar memaksaku memikirkan kamu
Begitu juga dengan suara detik jam yang terus melaju tanpa ragu
Tepat disebelah tempatku berbaring,
terdapat seutas tali yang memaparkan wajahku dan wajahmu.
Mereka semua berkonspirasi untuk membuatku teringat kamu.
Ah tidak.
Sepertinya, ini atas dasar kehendak bebasku
yang kini sedang merindukanmu.
Tanpamu...
satu minggu terasa seperti sewindu.
Sepertinya, waktu dengan sengaja mempermainkan aku.
Mungkin ia bekerja sama dengan udara yang dengan lancangnya
membuatku ingin berada dalam dekapmu.
Begitu pula dengan otakku yang terus membayangkan
sosokmu yang selalu menetap dalam pikiranku.
Ini bukan tentang kamu,
bukan juga tentang aku.
Ini tentang rindu yang menunggu untuk dibayar dimuka
Tak mau dicicil, hanya meminta segera dilunasi
Ini tentang bahumu yang selalu kugunakan untuk menaruh kepalaku.
Ini tentang matamu yang selalu mengunci pandanganku.
Ini tentang senyum juga tawamu yang selalu mencerahkan hari-hariku.
Bukan, ini tentang kamu yang selalu menetap dalam isi pikiranku.
Atau lebih tepatnya, ini hanya tentang aku yang merindukanmu.
Komentar
Posting Komentar