Teka-teki.

Aku terbaring dengan tulang yang rasanya ingin kucopot dari tempatnya berada.
Terdiam melihat langit kamar yang kosong dan hampa.
Tanpa ada warna yang menghiasinya.
Hanya putih.
Putih polos tanpa makna.

Beberapa pertanyaan mulai berlomba-lomba untuk mencapai otakku lebih dulu. Tapi anehnya, tak satupun bisa terjawab. Semuanya hanya tiba disana. Diam tak bergeming. Tenang tak berperan. Hanya menetap disana. Membuat otak kembali berpikir. Memaksa jemari untuk menari. Merangkai kata jadi prosa.

Tapi aku mulai terbiasa. Aku terbiasa dengan pertanyaan yang satu persatu menggerogotiku tanpa pernah ada yang memberikan jawabannya untukku. Aku hanya berusaha menjalani dan mensyukuri apa yang kini kumiliki. Semuanya kubiarkan jadi teka-teki yang belum terpecahkan. Masih banyak pertanyaan yang lebih layak untuk kupikirkan. Ya, beberapa hal memang harus menjadi misteri. Dan jawabannya biar aku yang tahu sendiri. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

My Brother

Dingin dan terjaga.

Grows Up?