Masa itu.
Hari jumat akhirnya tiba juga. Huh, bahagia rasanya karena hari ini tak harus menyetuh buku dan membaca. Baru dua hari memulai ujian akhir semester, rasanya aku sudah ingin cepat bebas. Tak mau lagi berpikir dan bergelut bersama buku-buku selama berjam-jam; benar-benar membuat suntuk dan penat.
Sebaliknya, hari ini aku justru ingin bersantai. Tapi terlalu bersantai juga rasanya membosankan jika tak ada hal yang bisa dilakukan. Biasanya, aku akan menonton film di laptop abangku yang ditinggalkan dirumah selama ia pergi bekerja atau setidaknya biasanya aku akan memutar film di dvd player. Tapi, sialnya hari ini tak keduanya bisa kulakukan. Laptopnya dibawa dan dvdku sepertinya harus mendapatkan perbaikkan.
Kulirik netbook yang penuh dengan debu diatas lemari; lama tak tersentuh tangan. Netbook milikku sejak aku duduk dibangku kelas tujuh. Dengan malas, aku berusaha menghidupkan netbook yang lama tak terpakai itu. Netbook ini sudah usang. Baterainya sudah bocor, dan chargernya pun sudah kendor. Bahkan kadang, netbook ini bisa dengan ajaib mati sendiri. Ya itulah alasan mengapa selama ini kubiarkan tergeletak dengan keadaan tertutup rapat.
Awalnya, aku hanya ingin mendengarkan lagu-lagu lama yang dulu kusimpan dilaptop tersebut. Banyak lagu yang sudah tak pernah lagi kudengar dan kutinggalkan. Hah... Mendengar lagu-lagu dulu membuatku mengingat masa lalu. Iya, masa-masa putih biru.
Suara ipang terdengar nyaring ditelinga ketika ia menyanyikan lagunya yang berjudul sahabat kecil. Entah kenapa, tanganku rasanya gatal ingin membuka folder yang berisi ribuan foto yang memang dengan sengaja kusimpan rapi dan tertata dinetbook yang sudah selelet siput ini. Aku memang orang yang seperti itu. Suka mengambil banyak foto untuk kemudian diabadikan. Menurutku foto adalah media paling tepat untuk mengingatkan kita akan suatu masa. Paling berkesan dan juga manis. Terlalu indah untuk dihapus dan dibuang begitu saja karema moment tak akan bisa terjadi persis dua kali.
Aku jadi senyum-senyum sendiri begitu melihat foto-foto masa putih biru. Ingin tertawa rasanya melihat wajah-wajah yang dulu masih lucu dan juga lugu. Apalagi begitu terpampang sebuah foto yang menunjukkan kebiasaan bersama sahabatku sewaktu mengenakan seragam putih biru; duduk di kantin sambil tertawa dan bermain uno. Waktu memang berjalan begitu cepat. Melihat perubahan orang-orang yang dulunya cupu dan kini sudah berubah jadi pribadi yang dewasa. Senang rasanya bisa tumbuh bersama.
Ternyata setelah melihat diriku yang dulu, rasanya sangat beda. Muncul pertanyaan dalam diri yang ingin tahu bagaimana aku bisa seberubah itu? Banyak sekali yang berubah. Aku tak lagi selugu itu, tak lagi selepas itu. Yang ada didiriku sekarang justru lebih mengarah pada beban. Ah.. Aku jadi ingin kembali ke masa lalu. Ingin tidak tahu apa-apa. Ingin santai-santai saja dan ingin tertawa lepas tanpa ada rongga yang menyangkut didada.
Ini tulisan absurd. Kubuat tanpa pikir panjang dan tak lagi kuperiksa. Entah. Hanya ingin mencurahkan isi hati. Aneh, selama ini aku tak pernah merasa rindu. Rasanya aku hanya sibuk menjalani apa yang ada tanpa sempat menoleh kebelakang. Dan ternyata rasa rindu itu ada, hanya saja terkubur jauh dan tertimbun didalam diri yang sibuk menyemangati diri. Kerinduannya baru benar-benar terasa ketika ingat dan mengenang masa lalu.
Tapi biarpun begitu, aku tetap bersyukur dengan semua hal yang kumiliki sekarang. Hanya karena aku ingin mengulang masa itu, bukan berarti ada penyesalan pada masa kini. Jika bisa, keduanya ingin kugabungkan agar hidupku makin sempurna. Banyak hal dimasa kini yang sangat luar biasa dan tak ingin kulepaskan. Sederhana saja, aku cuma rindu merasakan tertawa lepas bersama sahabat-sahabatku dimasa putih biru. Iya, aku rindu masa itu.
Tapi biarpun begitu, aku tetap bersyukur dengan semua hal yang kumiliki sekarang. Hanya karena aku ingin mengulang masa itu, bukan berarti ada penyesalan pada masa kini. Jika bisa, keduanya ingin kugabungkan agar hidupku makin sempurna. Banyak hal dimasa kini yang sangat luar biasa dan tak ingin kulepaskan. Sederhana saja, aku cuma rindu merasakan tertawa lepas bersama sahabat-sahabatku dimasa putih biru. Iya, aku rindu masa itu.
Komentar
Posting Komentar