Tulisan tak berarah.
Tanpa sebab, aku terbangun di pagi-pagi buta begini. Sebenarnya ini hal yang biasa jika saja ini bukan hari minggu. Hari libur begini, aku tak pernah bangun sepagi ini apalagi tanpa alasan. Tetapi rasanya, kemarin aku terlalu banyak menghabiskan waktu untuk tidur, sehingga sekarang rasanya mataku sudah kelebihan istirahat. Ya, walau kucoba, ia tak ingin lagi kupejamkan.
Mataku yang sudah terlanjur terbuka dan tak bisa lagi kuistirahatkan membuatku bimbang. Ingin bercakap-cakap dengan seseorang, tapi rasanya tak akan bangun sepagi ini. Maka, kuhabiskan waktu dengan menatap layar yang berukuran 4.55" ini masih dengan keadaan meringkup didalam selimut yang menghangatkan tubuh.
Setelah beberapa kali membuka berbagai sosial media, akhirnya kuputuskan untuk mengetik tulisan ini. Tulisan yang bahkan tak kutahu ingin kuisi apa. Hanya saja, aku bosan dan tak tahu apa yang harus kulakukan. Untuk itu, kuhabiskan waktu dengan menulis pada halaman yang memang sudah sejak lama kujadikan tempat bercerita.
Menunggu itu memang sangat membosankan. Apalagi saat tak ada kegiatan seperti yang kini aku rasakan. Ingin kembali tidur, tapi mata tak lagi ingin terlelap. Menunggu pukul tujuh, tetapi terasa begitu lama. Bahkan langit saja masih gelap gulita. Jalanan masih ditemani kesunyian.
Tulisan yang abstrak. Tak bertema, tak bertujuan, tak beralur, bahkan hanya menggunakan sudut pandang orang pertama; aku. Membosankan dan tidak jelas. Tak apalah, yang penting setidaknya waktu sudah berlalu setengah jam saat ini. Mau menulis apalagi? Aku juga tidak tahu. Mungkin, sebaiknya aku kembali membuka media social yang sekarang semakin jarang kubuka; twitter.
Aku bahkan tidak tahu harus menutup tulisan ini seperti apa. Benar-benar tulisan tanpa arah.
Komentar
Posting Komentar