Hari-ku Mati

Dulu, hariku bagikan langit yang cerah.
Dimana matahari tersenyum dan burungpun berkicau.
Kini, hariku tengah berubah seperti langit yang gelap.
Tertutup awan hitam dan semua bunga pun layu.
Sepertinya memang benar kini hariku sudah 'mati'.

Akhir-akhir ini aku merasa ragaku tidak bernyawa.
Aku di sana, aku tersenyum dan aku tertawa
Tapi rasanya tawa itu tiada artinya
Semua terasa membosankan bagiku
Rasanya tiap detik aku lelah untuk melangkah
Aku hanya ingin diam dan membisu

Dan di sini aku termenung
Menatap langit penuh tanya
Mencari tau apa yang terjadi
Bertanya pada mentari
Apakah hariku benar-benar mati dan tak bisa hidup lagi?
Aku hanya berharap di saat ku membuka mata di pagi hari
Langitku kembali cerah dan mentari tersenyum ceria



Komentar

Postingan populer dari blog ini

My Brother

Dingin dan terjaga.

Grows Up?